Tak Ingin Bahayakan Keluarga, Pria di India Pilih Karantina Mandiri di Toilet Umum selama Seminggu

Pemerintah India menetapkan bahwa para migran yang pulang dari kota besar harus mengarantina diri selama dua minggu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid 19 dan memastikan terjangkit atau tidak. Inilah yang harus dilakukan seorang pria yang baru saja kembali dari Tamil Nadu ke rumahnya di Odisha.

Dikutip dari , dia harus menjalani isolasi selama sepekan di pusat karantina Covid 19 yang dikelola pemerintah. Setelah tujuh hari itu, pria 28 tahun tersebut disuruh meninggalkan tempat isolasi dan meneruskan karantina di rumah. Namun, pria bernama Manas Patra itu meminta otoritas setempat agar memperpanjang jadwal karantina di bangunan milik pemerintah tersebut.

Patra beralasan rumahnya tidak memiliki cukup ruangan sehingga dia takut akan menjangkiti keluarganya. Dia bercerita bahwa keluarganya beranggotakan enam orang. Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk menjalani karantina sendiri.

Sayangnya permintaannya itu ditolak otoritas setempat. Patra yang tidak punya solusi akan mengisolasi diri di mana, akhirnya memutuskan untuk menginap di toilet umum. Dia rela tidur dan beraktivitas di dalam toilet dekat rumahnya itu selama tujuh hari agar keluarganya aman.

Diketahui toilet umum itu baru dibangun pada 9 Juni hingga 15 Juni silam. Pihak pengelola bangunan khusus karantina mengatakan bahwa Patra dikeluarkan karena tidak menunjukkan gejala sakit. Namun sudah menjadi aturan negara bagian bahwa Patra harus melanjutkan karantina itu di rumahnya.

India memiliki banyak cerita di balik aturan karantina bagi para migran yang pulang dari kota ke desa mereka. Di pusat karantina distrik Kurnool, negara bagian Andhra Pradesh para migran mengaku ketakutan bertemu hantu di tempat itu. Ketakutan mereka diperparah dengan percobaan bunuh diri oleh salah seorang migran.

Mengutip India Times , seorang migran mencoba bunuh diri dengan cara menggantung diri di jendela gedung karantina itu dengan seutas kain. Untungnya para migran lain melihatnya dan berusaha menolong orang tersebut. Lebih lanjut, orang yang ingin bunuh diri itu langsung dilarikan ke rumah sakit setempat.

Alhasil otoritas kesehatan memutuskan memberi bantuan psikologis bagi para migran yang menjalani karantina ini. Sementara muncul rasa frustrasi dari migran yang karantina di Kurnool, di pusat karantina Bihar justru berbanding terbalik. Para perawat di lokasi karantina ini setiap hari memainkan lagu lagu Bollywood terpopuler untuk menghibur para pasien karantina di sana.

Video yang beredar menunjukkan para pasien karantina itu berbaris dan menari, mengikuti gerakan seorang instruktur. Video ini muncul setelah insiden kontroversial lainnya di mana penari dipekerjakan untuk tampil di pusat karantina lain di Bihar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *